Whip Pink Lula Di Temukan Di Kamar ART, Ada Sidik Jarinya

Whip Pink Lula Di Temukan Di Kamar ART, Ada Sidik Jarinya

Whip Pink Lula Di Temukan Di Kamar ART, Ada Sidik Jarinya Yang Setelah Di Telusuri Oleh Pihak Kepolisian Jaksel. Kasus meninggalnya influencer Lula Lahfah kembali menyita perhatian publik. Tentunya setelah kepolisian mengungkap temuan baru berupa tabung Whip Pink di apartemennya. Penemuan ini di sampaikan sepekan setelah Lula di temukan meninggal dunia. Dan langsung memicu beragam spekulasi di media sosial. Meski demikian, polisi menegaskan bahwa setiap fakta harus dil ihat secara utuh. Serta tidak di tarik pada kesimpulan prematur. Tabung Whip Pink yang di ketahui berisi nitrous oxide (N2O) atau gas tertawa tersebut kini menjadi salah satu barang bukti dalam proses penyelidikan. Dan aparat kepolisian memastikan penanganan kasus dilakukan secara profesional, berbasis data forensik. Serta hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), tanpa terpengaruh opini publik yang berkembang.

Kronologi Penemuan Usai Evakuasi Lula

Setelah Lula Lahfah die vakuasi ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Jumat malam, 23 Januari 2026, polisi langsung bergerak cepat melakukan olah TKP di apartemen korban. Dan langkah ini dilakukan untuk mengamankan barang-barang yang berpotensi berkaitan. Tentunya dengan peristiwa meninggalnya Lula. Dalam proses tersebut, penyidik menemukan sebuah tabung ini. Menariknya, tabung itu tidak berada di kamar utama Lula. Namun melainkan di kamar asisten rumah tangga (ART) bernama Asiah yang tinggal di apartemen tersebut. Penemuan ini menjadi titik penting. Karena menambah lapisan baru dalam rangkaian penyelidikan yang sedang berjalan.

Tabung Di Temukan Di Kamar ART, Bukan Kamar Utama

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Mohamad Iskandarsyah. Kemudian menjelaskan bahwa tabung tersebut di temukan di pojok kamar ART. Posisi tabung tersebut bersandar di tumpukan barang, tepat di samping kotak pasir kucing. DAn lokasi ini sempat menimbulkan tanda tanya di kalangan publik. “Tabung tersebut kita dapati di kamar dari saudari A yang mana asisten rumah tangga (ART), pada saat melaksanakan olah TKP,” ujar Iskandar dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026). Penjelasan ini sekaligus meluruskan kabar yang sebelumnya beredar bahwa tabung tersebut di temukan di kamar pribadi Lula.

Polisi Pastikan Tabung Milik Lula Berdasarkan DNA

Meski di temukan di kamar ART, polisi memastikan bahwa tabung Whip Pink tersebut adalah milik Lula Lahfah. Kepastian ini diperoleh melalui pemeriksaan forensik berupa DNA sentuh atau sidik jari yang menempel pada tabung. DNA tersebut kemudian dicocokkan dengan DNA ayah Lula untuk memastikan kecocokannya. “Kami melihat ada barang-barang yang di sentuh, di bawa oleh saudari LL yang kami pastikan bahwa barang-barang itu memang milik saudari LL. Dan yang salah satunya kita lihat tadi tabung pink,” lanjut Iskandar. Temuan ini menjadi fakta penting yang memperjelas kepemilikan barang. Serta sekaligus menepis dugaan liar mengenai kepemilikan tabung tersebut.

Polisi Tak Simpulkan Penggunaan Gas Tertawa

Meski kepemilikan tabung ini telah di pastikan, polisi menegaskan bahwa mereka tidak menyimpulkan Lula pernah menggunakan gas tertawa tersebut. Hingga saat ini, belum ada bukti yang mengarah pada penggunaan nitrous oxide oleh Lula sebelum meninggal dunia. Pernyataan ini penting untuk meredam spekulasi publik yang sempat berkembang luas di media sosial. Polisi menekankan bahwa penyelidikan di fokuskan pada pengumpulan fakta. Namun bukan asumsi. Setiap barang bukti akan di analisis secara ilmiah. Tentunya untuk mengetahui relevansinya dengan peristiwa yang terjadi.

Kasus ini menunjukkan betapa kompleksnya proses penyelidikan sebuah kematian yang menjadi sorotan publik. Penemuan tabung ini memang menambah teka-teki. Namun kepolisian memilih bersikap hati-hati dan objektif. Publik pun di imbau untuk menunggu hasil resmi penyelidikan. Terlebihnya tanpa membangun narasi sendiri yang dapat menyesatkan. Dengan pendekatan forensik dan transparansi informasi, polisi berupaya mengungkap fakta secara utuh. Temuan tabung ini di kamar ART menjadi salah satu potongan puzzle. Namun belum tentu menjadi kunci utama. Hingga seluruh proses selesai, kasus meninggalnya Lula Lahfah masih terbuka. Kemudian terus di dalami demi memperoleh kejelasan yang adil bagi semua pihak terutama pada penemuan tabung Whip Pink.